FUSI – Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam (FUSI) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan International Cyber Learning Class (ICLC) bertema “Global Perspectives on Islamic Studies” pada Jumat (9/10/2026). Kegiatan berlangsung pukul 08.00-10.00 WIB secara hybrid, yakni luring di Aula Lantai 3 FUSI dan daring melalui Zoom Meeting.
Kegiatan ini dihadiri Dekan FUSI, Prof. Dr. Hj. Erfaniah Zuhriah, S.Ag., M.H., para dosen, dan mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Dan yang bertindak sebagai moderator adalah Prof. Dr. Nasrulloh, Lc., M.Ag.
ICLC kali ini menghadirkan Prof. Dr. Syekh Mahir Hasan Al Munajid sebagai narasumber. Beliau adalah Guru Besar Fiqih dan Ushul Fiqih sekaligus pemilik sanad Qiraah ‘Asyarah dari Universitas Kaftaro, Damaskus, Suriah. Melalui forum daring ini, mahasiswa dan dosen dapat belajar langsung dari ulama internasional tanpa terkendala jarak.
Penyelenggaraan kelas lintas negara ini sejalan dengan tema yang diusung, yaitu membuka wawasan global dalam studi keislaman dan mempertemukan sivitas akademika dengan tradisi keilmuan dari berbagai belahan dunia Islam.

Dalam paparannya, Syekh Mahir Hasan Al Munajid mengangkat materi berjudul I’jaz ar-Rasm al-‘Utsmani fi ad-Dalalah ‘ala al-Ma’ani atau kemukjizatan rasm Utsmani dalam menunjukkan makna. Materi disampaikan dalam bahasa Arab dan terbagi dalam tiga pokok pembahasan.
Pertama, pengertian rasm Utsmani, yaitu kaidah penulisan mushaf Al-Qur’an yang bersumber dari mushaf yang dihimpun pada masa Khalifah Utsman bin Affan. Kedua, kedudukan hukum rasm Utsmani dalam syariat, termasuk pandangan ulama mengenai kewajiban mengikutinya dalam penulisan mushaf. Ketiga, contoh-contoh isyarat rasm terhadap makna, yakni bagaimana bentuk penulisan kata-kata tertentu dalam mushaf dipandang memberi petunjuk pada makna yang dikandungnya.
Pembahasan ini memperkaya perspektif peserta, khususnya mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, bahwa kajian terhadap Al-Qur’an tidak hanya menyangkut lafaz dan maknanya, tetapi juga mencakup aspek penulisannya.
Melalui ICLC ini, FUSI UIN Malang berharap dapat terus memperluas jejaring keilmuan internasional serta memperkuat atmosfer akademik yang terbuka terhadap pemikiran dan tradisi keilmuan global.