MIU Login

Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam UIN Malang Gelar Workshop Pedoman Penulisan Karya Ilmiah

FUSI – Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam (FUSI) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Workshop Pedoman Penulisan Karya Ilmiah pada Kamis (8/10/2026) di lingkungan fakultas. Kegiatan ini menjadi langkah awal fakultas yang baru berdiri tersebut dalam menyusun standar penulisan karya ilmiah yang menjadi rujukan bersama bagi dosen dan mahasiswa.

Workshop diikuti oleh unsur pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan. Hadir sebagai narasumber Prof. Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag., Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Bandung, yang memaparkan materi sekaligus memberikan masukan terhadap draf pedoman yang sedang disusun.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Erfaniah Zuhriah, S.Ag., M.H., menyampaikan bahwa fakultasnya masih berusia sangat muda sehingga membutuhkan bimbingan dari berbagai pihak, terutama dalam menyusun tata kelola akademik. Ia memohon arahan dan masukan dari para narasumber dan peserta agar pedoman yang dihasilkan nantinya tepat guna dan dapat diterapkan secara konsisten.

Menurutnya, pedoman penulisan karya ilmiah merupakan salah satu fondasi penting dalam menjaga mutu akademik fakultas. Dengan adanya acuan yang jelas, proses penulisan skripsi, artikel jurnal, hingga karya ilmiah lainnya dapat berjalan lebih terarah dan terukur.

Workshop dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I UIN Malang Bidang Akademik, Drs. H. Basri, MA, Ph.D. Dalam arahannya, ia mengapresiasi inisiatif fakultas yang sejak awal berupaya membangun budaya akademik melalui penyusunan pedoman tersendiri.

Meski demikian, ia mengingatkan agar pedoman yang disusun tidak bersifat terlalu kaku. Aturan yang terlalu ketat, menurutnya, berpotensi membatasi ruang gerak mahasiswa dalam melakukan riset. Pedoman semestinya berfungsi sebagai panduan yang menjaga kualitas dan kejelasan metodologi, tanpa mematikan kreativitas serta keberagaman pendekatan yang dapat dikembangkan mahasiswa dalam penelitiannya.

Memasuki sesi inti, Prof. Wahyudin memaparkan materi terkait pedoman penulisan karya ilmiah, mulai dari kerangka dan sistematika penulisan hingga prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dalam penyusunannya. Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Bandung tersebut memberikan pemaparan materi, dan diikuti dengan masukan konstruktif terhadap rancangan pedoman yang dibahas dalam forum.

Sesi diskusi berlangsung interaktif. Para peserta menyampaikan pertanyaan, tanggapan, dan pengalaman mereka dalam membimbing maupun menulis karya ilmiah. Berbagai masukan yang muncul dalam diskusi akan menjadi bahan penyempurnaan pedoman sebelum ditetapkan dan diberlakukan di lingkungan fakultas.

Melalui workshop ini, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam UIN Malang berharap memiliki pedoman penulisan karya ilmiah yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga memberi ruang bagi mahasiswa untuk berkembang dalam tradisi riset yang kritis dan berkualitas.

Berita Terkait